Tindakan tersebut adalah, pertama membekukan aset bergerak, aset tidak bergerak, dan berbagai jenis harta benda lainnya yang dimilikinya di wilayah China; kedua, melarang organisasi dan individu tersebut di wilayah China melakukan transaksi, kerja sama, dan kegiatan lainnya dengannya; ketiga, tidak menerbitkan visa baginya dan melarangnya memasuki wilayah China (termasuk Hong Kong dan Makau).

"Mereka juga menyerang dan mencemarkan nama baik China dengan menyebarkan disinformasi mengenai 'serangan siber China', sehingga menimbulkan dampak yang sangat buruk di dunia internasional," ungkap Mao Ning.

Mao Ning menegaskan, terhadap para pendukung garis keras kekuatan separatis "kemerdekaan Taiwan", China akan mengambil semua tindakan hukuman yang diperlukan untuk dengan tegas menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya.

"Kami mendesak segelintir negara yang masih mempertahankan apa yang disebut sebagai 'hubungan diplomatik' dengan wilayah Taiwan, China, agar tidak terus-menerus dimanipulasi dan dimanfaatkan oleh kekuatan separatis 'kemerdekaan Taiwan'. Hal itu hanya akan membuat mereka kehilangan peluang pembangunan dan menyebabkan isolasi internasional," tegas Mao Ning.