Wiwiek menyebut pencapaian omzet hingga menyentuh nominal Rp334,95 juta selama tiga hari tersebut menjadi gambaran bahwa event kreatif memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.

"Pergerakan tidak berhenti pada transaksi produk fesyen saja tetapi juga menyentuh jasa jahit, desainer, bazar, kuliner, kerajinan hingga sektor pendukung lainnya," ucap dia.

Ajang BCFM pertama kali digelar pada tahun 2023 atau sudah tahun keempat terselenggara dengan baik yang digagas oleh Dekranasda Kota Bekasi sebagai pengembangan dari gelaran Bekasi Fashion Week.

BCFM sendiri hadir sebagai ruang bagi desainer, perajin, UMKM, komunitas dan pelaku industri kreatif Kota Bekasi untuk menampilkan karya sekaligus memperluas pasar dengan semangat "Local to Global" agar karya dan produk fesyen lokal memiliki daya saing lebih luas serta ikut menggerakkan perekonomian daerah.