Memasak 500 porsi makanan tentu membutuhkan strategi berbeda dari memasak makanan untuk keluarga di rumah atau dalam skala kecil. Judith menggambarkan prosesnya seperti sedang "berpacu dalam melodi."

Dirinya perlu bergerak cepat, tetapi tetap terorganisir. Persiapan bahan, pembagian tugas, koordinasi tim, hingga ketepatan waktu menjadi faktor penting afar hidangan tersaji dengan baik.

Namun, tantangan terbesar justru datang dari persiapan bahan-bahannya. Menurut Judith, beberapa bahan asli cukup sulit ditemukan di Amerika, sehingga harus didatangkan langsung dari Uganda.

Bagi Judith pemakaian bahan asli penting untuk diperhatikan karena merupakan bagian daru upaya menjaga cita rasa masakan agar tetap autentik.

Meski melalui banyak tantangan, kerja keras Judith terbayarkan. Hidangan yang ia dan tim siapkan selesai tepat waktu, tersaji dengan baik, bahkan mendapat respon positif dari para tamu.

"Ada kepuasan tersendiri ketika semua hidangan selesai tepat waktu, tersaji dengan baik, dan mendapat respon positif- terutama dari tamu-tamu Uganda yang mengatakan bahwa rasanya autentik. Bagi saya, itu menjadi bentuk apresiasi yang sangat berarti," jelas Judith kepada NadiKabar.

Usai berhasil dengan pengalaman memasak makanan Uganda ini, Judith mengungkap jika dirinya akan membuka usaha coffee truck di Las Vegas.

"Jadi saya sekarang juga menjadi 'tukang kopi keliling'," candanya.

Namun, dirinya tetap menjalankan usaha tahu baksonya. Biasanya, menjelang musim dingin Judith mulai menerima pesanan tahu bakso ke berbagai negara bagian di Amerika.

Judith menyatakan harapannya dengan mengungkap, "Ke depannya saya ingin terus mengembangkan kedua usaha ini, sambil tetap terbuka terhadap kesempatan menjadi food consultant proyek-proyek kuliner lainnya."