Ramanouski menilai berbagai pertukaran tersebut menunjukkan besarnya minat kalangan usaha untuk meningkatkan perdagangan bilateral yang saling menguntungkan.
Belarus, kata dia, saat ini memasok pupuk dan susu skim ke Indonesia, yang turut berkontribusi terhadap ketahanan pangan Indonesia. Sementara itu, Belarus mengimpor produk industri, ikan, kakao, dan karet dari Indonesia.
Namun demikian, Ramanouski mengatakan potensi perdagangan bilateral kedua negara masih sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Oleh karena itu, Belarus mengajak Indonesia untuk mengeksplorasi kerja sama di sejumlah sektor, termasuk peralatan pertambangan dan pertanian, pengelolaan limbah, transportasi, energi, farmasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta kecerdasan buatan (AI).
Pariwisata juga disebut sebagai salah satu bidang kerja sama yang menjanjikan.
Belarus menyambut baik keputusan Indonesia yang baru-baru ini memberikan fasilitas bebas visa bagi warga Belarus. Sementara itu, warga negara Indonesia juga dapat melakukan perjalanan ke Belarus tanpa visa.
Belarus mengundang masyarakat Indonesia untuk mengunjungi Belarus dan menikmati keindahan alam, arsitektur, serta budayanya. Belarus juga mendorong biro perjalanan Indonesia untuk bekerja sama dengan mitra mereka di Belarus dalam mengembangkan paket wisata bagi wisatawan Indonesia.
Belarus juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di negara tersebut. Menurut Ramanouski, pertukaran akademik dan kerja sama bisnis dapat meningkatkan saling pengertian serta memperkuat persahabatan kedua negara.