Di luar hubungan bilateral, Ramanouski menyampaikan minat Belarus untuk meningkatkan keterlibatan dengan ASEAN, khususnya dalam isu ketahanan pangan dan pendidikan.

Dia juga menyampaikan apresiasi atas keramahan dan keterbukaan Indonesia dalam memperkuat kemitraan, seraya mengajak kedua negara mendorong berbagai inisiatif baru dan membuka bidang kerja sama baru.

"Mari kita memperkuat kemitraan, mendorong inisiatif baru, dan membuka cakrawala baru. Semoga persahabatan antara Belarus dan Indonesia berlangsung selamanya," demikian kata Dubes Ramanouski.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia Arifah Fauzi, mewakili Pemerintah Indonesia, menyampaikan selamat atas Hari Nasional Republik Belarus, dan apresiasi atas ucapan belasungkawa dan solidaritas Belarus bagi Indonesia menyusul gempa bumi dahsyat di Pulau Flores bulan lalu.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi tulus Indonesia kepada Presiden Lukashenko dan rakyat Belarus atas belasungkawa dan solidaritas mereka menyusul gempa bumi dahsyat di Pulau Flores bulan lalu," katanya.

Melalui kesempatan itu, Arifah menyampaikan harapan agar hubungan kerja sama Indonesia dan Belarus semakin kuat.

"Peta jalan Indonesia-Belarus 2026-2030 kini memberi kita arah yang jelas untuk babak selanjutnya dari kemitraan kita. Tugas kita adalah mengubah niat baik politik menjadi kerja sama praktis, kesepakatan menjadi implementasi, peluang menjadi kemakmuran bersama, dan hubungan antar pemerintah menjadi persahabatan abadi antara rakyat kita," katanya.