Penculikan ini menyusul serangkaian kasus penculikan massal di negara bagian tersebut yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal. Beberapa di antaranya diketahui memiliki hubungan dengan kelompok jihadis yang beroperasi di wilayah barat laut dan tengah Nigeria.

Pada bulan September, setidaknya 47 petani-sebagian besar perempuan-diculik saat sedang memanen kacang tanah. Sebelumnya, pada bulan Agustus, sekitar 50 anak juga diculik dari sebuah ladang, namun kemudian dibebaskan setelah uang tebusan dibayarkan.

Pada bulan November tahun lalu, lebih dari 250 anak dari sebuah sekolah asrama Katolik di Papiri, yang juga terletak di negara bagian Niger, sempat diculik. Mereka kemudian dibebaskan sebulan kemudian setelah uang tebusan dalam jumlah besar diserahkan.