"Kalau ingin bertemu dengan Bapak juga bisa. Silakan mengantre bersama warga yang lain," kata Zainudin.

Ajakan tersebut ditolak halus Bangun. Ia beralasan sudah dijadwalkan untuk audiensi dengan DPRD Kota Solo untuk menyampaikan aspirasi.

Salah satu peserta, Wuri menambahkan, kediaman Jokowi bukan satu-satunya tempat mereka menggelar aksi. Sebelum mendatangi Gang Kutai Utara, Pejuang Merah Putih Indonesia juga mendatangi SMP Negeri 1 Surakarta yang merupakan tempat Gibran sempat mengenyam pendidikan. Mereka juga mendatangi Kantor KPU Solo, DPC PDIP Solo, dan DPC Partai Gerindra Solo.

"Setelah ini kita akan langsung ke Kantor DPRD Surakarta untuk audiensi," kata Wuri.

Belum ada pernyataan resmi baik dari Jokowi maupun perwakilannya soal isi dua surat tuntutan itu.

Sebelumnya, pekan lalu, Jokowi  menduga ada gerakan politik untuk menyudutkan keluarganya di balik polemik ijazah yang dihadapinya dan Gibran. Pasalnya, setelah isu ijazah menyeret namanya, kini Gibran juga harus menghadapi polemik serupa.

"Kan sudah saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi, jadi ramai lagi," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10).

Jokowi mengatakan polemik terkait ijazah sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya dan juga Gibran.

"Sekali lagi, ini operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang," kata Jokowi.