Ia menilai industri film justru perlu terlibat agar tidak membiarkan pihak lain mengambil alih teknologi tersebut dan pada akhirnya melemahkan industri.
βSaya sudah merasa tidak nyaman dengan beberapa cara perusahaan teknologi tertentu memperlakukan gambar dan kemiripan seseorang. Saya justru merasa bahwa, seperti yang menjadi tesis saya dan kemudian terbukti, jika teknologi ini diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membuat film, hasilnya akan jauh lebih baik. Dan kami memilikinya, dan kami melakukannya,β tutur Affleck.
Affleck mencontohkan Netflix yang memberikan pilihan kepada pembuat film untuk menggunakan teknologi tersebut.
βIni adalah seperangkat alat yang terbatas. Ini bukan tentang membuat manusia palsu atau menggantikan siapa pun, selamanya. Ini tentang alat pascaproduksi lain yang menarik. Jika Anda bisa melihat atau mengetahui bahwa itu digunakan, berarti teknologi tersebut gagal. Sama seperti efek visual yang buruk atau akting yang buruk,β kata dia.
Sebelumnya, Ben Affleck menjadi sorotan karena membahas penggunaan AI dalam film barunya berjudul βAnimalsβ.