NADIKABAR.COM — Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 6% pada 2027. Untuk mencapai itu, investasi nasional diproyeksikan harus tumbuh 8-9% dengan kebutuhan penanaman modal mencapai Rp 2.218 triliun hingga Rp 2.258 triliun.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan transisi menuju ekonomi hijau, ekonomi biru, serta ketahanan pangan, energi, dan air terus dipacu sebagai penggerak utama transformasi ekonomi nasional.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi hijau memerlukan sinergi yang kuat antara ketersediaan energi bersih dan akselerasi infrastruktur digital.
"Pemerintah berkomitmen mengorkestrasikan transisi energi dan pembangunan digital sebagai twin engine penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Sinergi antara ketersediaan energi bersih yang terjangkau dan akselerasi infrastruktur digital menjadi kunci utama menciptakan iklim investasi berdaya saing global sekaligus mempercepat pencapaian target pertumbuhan jangka panjang," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).