NADIKABAR.COM — Aktor dan pembuat film asal Amerika, Ben Affleck membahas pendekatan yang dilakukan dalam menggunakan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembuatan film.

Dilaporkan The Hollywood Reporter, Kamis (1/10) waktu setempat, Ben Affleck mengatakan bahwa pendekatannya terhadap AI “sangat sederhana”.

“Saya tidak akan menggunakan sesuatu yang dilatih atau telah belajar dari pekerjaan apa pun yang ditulis ulang memiliki hak cipta, atau kecerdasan yang dibuat oleh rekan saya maupun seseorang yang saya kagumi. Itulah alasan kami membuat kumpulan data (dataset) yang bersifat eksklusif, sehingga tidak harus ekstraktif atau teknologi tersebut tidak perlu mengambil dari sumber lain,” kata Ben Affleck.

Bintang film “Batman v Superman: Dawn of Justice” itu mengatakan tidak tertarik membuat film "di mana hanya mengetik sesuatu dan hal-hal keluar” karena hal tersebut dinilainya tidak akan pernah terjadi dengan cara yang membuat orang cukup peduli untuk melihatnya.

“Saya tidak ingin menjadi bagian dari hal itu jika memang seperti itu. Yang ingin saya lakukan adalah membawa teknologi ini ke dalam bisnis kami, ke tempat di mana perusahaan-perusahaan yang menjadi penandatanganan serikat, yang memiliki hubungan dengan komunitas kreatif, dan yang tidak akan begitu saja memasukkan Anda ke dalam sebuah film tanpa izin dan tanpa membayar Anda,” jelasnya.

Menurut mantan suami musisi Jennifer Lopez itu, hal tersebut tidak berlaku untuk banyak platform teknologi dan ruang lainnya.

Ia menilai industri film justru perlu terlibat agar tidak membiarkan pihak lain mengambil alih teknologi tersebut dan pada akhirnya melemahkan industri.

“Saya sudah merasa tidak nyaman dengan beberapa cara perusahaan teknologi tertentu memperlakukan gambar dan kemiripan seseorang. Saya justru merasa bahwa, seperti yang menjadi tesis saya dan kemudian terbukti, jika teknologi ini diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membuat film, hasilnya akan jauh lebih baik. Dan kami memilikinya, dan kami melakukannya,” tutur Affleck.

Affleck mencontohkan Netflix yang memberikan pilihan kepada pembuat film untuk menggunakan teknologi tersebut.

“Ini adalah seperangkat alat yang terbatas. Ini bukan tentang membuat manusia palsu atau menggantikan siapa pun, selamanya. Ini tentang alat pascaproduksi lain yang menarik. Jika Anda bisa melihat atau mengetahui bahwa itu digunakan, berarti teknologi tersebut gagal. Sama seperti efek visual yang buruk atau akting yang buruk,” kata dia.

Sebelumnya, Ben Affleck menjadi sorotan karena membahas penggunaan AI dalam film barunya berjudul “Animals”.

“Saya menggunakan (AI) untuk banyak hal dalam film tersebut. Saya agak ragu untuk menjelaskan apa saja atau bahkan membicarakannya karena dalam bisnis saya, kami mencoba menumbuhkan ilusi realitas, bukan?. Tetapi ya, kami menggunakannya. Bahkan, saya pikir itu contoh yang bagus (tentang cara menggunakan AI secara etis karena film ini sangat manusiawi),” ujar Affleck.

Dalam film “Animals”, Affleck bertindak sebagai sutradara, penulis bersama, sekaligus pemeran. Film tersebut mengisahkan seorang kandidat wali kota Los Angeles yang putranya diculik. Ia dan istrinya, yang diperankan Kerry Washington, kemudian melakukan berbagai cara untuk mengumpulkan uang tebusan.

Ben Affleck diketahui juga telah berkecimpung di bidang AI selama beberapa tahun. Pada awal 2026, ia menjual perusahaan AI miliknya, InterPositive kepada Netflix dengan nilai hampir 600 juta dolar AS. Ia juga menilai AI memiliki keterbatasan mendasar yang jarang dibicarakan.

“Hal yang sebenarnya tentang AI yang tidak dibicarakan orang adalah teknologi ini sangat terbatas dalam banyak hal. Ini bukan sihir. Ini bukan kecerdasan super. Ini tidak berperasaan. Itu semua hanya omong kosong lama,” kata Affleck.

Penerjemah: Sri Dewi Larasati