NADIKABAR.COM — Seutas benang yang semula hanya berupa gulungan perlahan berubah menjadi karya di tangan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kediri, Jawa Timur.
Jari-jari mereka bergerak mengikuti pola. Benang dikaitkan satu demi satu, kemudian dirajut dengan ketelitian untuk membentuk tas, dompet, boneka, dan berbagai kerajinan lainnya.
Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut mungkin terlihat sederhana, namun bagi warga binaan yang menjalaninya, merajut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun keterampilan yang diharapkan dapat berguna ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Sebanyak 14 warga binaan Lapas Kelas II A Kediri, terdiri dari tujuh warga binaan perempuan dan tujuh laki-laki, mengikuti pelatihan merajut yang digelar bekerja sama dengan satu perusahaan, Sabtu (26/9).
Kegiatan itu merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang diberikan Lapas Kediri melalui keterampilan produktif. Peserta tidak hanya diajari teknik dasar merajut, tetapi juga diperkenalkan pada proses produksi yang memenuhi standar, sehingga hasil pekerjaan dapat memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap pekan. Pendampingan diberikan secara langsung oleh pemilik usaha kerajinan rajut, dengan pemateri yang didatangkan dari Solo.
Pendampingan dilakukan secara bertahap. Peserta diarahkan memahami teknik merajut, sekaligus memperhatikan detail yang menentukan kualitas satu produk.