NADIKABAR.COM — Merokok selama ini dikenal sebagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari gangguan paru-paru hingga penyakit jantung. Namun, dampaknya ternyata tidak hanya berkaitan dengan kesehatan organ tubuh. Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi pria, termasuk kualitas sperma.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pria yang merokok cenderung memiliki kualitas sperma lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak merokok. Kondisi tersebut dapat memengaruhi peluang terjadinya kehamilan, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Lantas, benarkah merokok bisa memperburuk kualitas sperma?

Jawabannya adalah fakta. Kandungan zat kimia dalam asap rokok dapat memengaruhi proses pembentukan dan fungsi sperma.

Menurut American Society for Reproductive Medicine (ASRM), paparan asap rokok berkaitan dengan penurunan sejumlah parameter sperma, seperti konsentrasi, pergerakan, dan bentuk sperma. Dampaknya juga cenderung meningkat seiring dengan banyaknya rokok yang dikonsumsi.

Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa konsentrasi sperma pria perokok rata-rata lebih rendah dibandingkan pria yang tidak merokok. Meski begitu, tingkat penurunannya dapat berbeda pada setiap individu.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kandungan zat berbahaya dalam asap rokok, seperti nikotin, karbon monoksida, dan berbagai senyawa beracun lainnya. Paparan zat tersebut dapat memicu stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.

Stres oksidatif dapat merusak sel, termasuk sel sperma. Dampaknya bukan hanya pada jumlah sperma, tetapi juga kemampuan sperma untuk bergerak dan menjalankan fungsinya dalam proses pembuahan.