NADIKABAR.COM — Mobil listrik semakin mudah ditemui di jalanan Indonesia. Selain menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, kendaraan jenis ini juga sering disebut memiliki biaya perawatan yang lebih murah dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.
Anggapan tersebut bukan tanpa alasan. Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) memiliki konstruksi penggerak yang lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran konvensional.
Menurut Departemen Energi Amerika Serikat (DOE), mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan lebih sedikit cairan yang perlu diganti sehingga kebutuhan perawatannya umumnya lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Lantas, apakah memiliki mobil listrik otomatis membuat biaya servis menjadi lebih murah? Ini faktanya.
Salah satu perbedaan paling terasa adalah mobil listrik tidak menggunakan oli mesin seperti mobil berbahan bakar bensin.
Pada mobil konvensional, oli mesin perlu diganti secara berkala untuk menjaga komponen mesin tetap bekerja dengan baik. Selain oli, terdapat pula sejumlah komponen dan cairan lain yang berkaitan dengan mesin pembakaran.
Sementara itu, mobil listrik menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama sehingga tidak membutuhkan perawatan mesin dengan pola yang sama seperti mobil bensin.
Artinya, pemilik mobil listrik bisa mengurangi salah satu jenis biaya servis berkala yang umum ditemukan pada kendaraan konvensional.
Mobil dengan mesin pembakaran memiliki banyak komponen mekanis yang bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan tenaga.
Mobil listrik memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana. Motor listrik bekerja dengan lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mesin pembakaran internal.
Lebih sedikit komponen bergerak berarti lebih sedikit bagian yang berpotensi mengalami keausan dan membutuhkan penggantian dalam perawatan rutin.
Namun, bukan berarti mobil listrik bebas dari kerusakan. Sistem suspensi, kemudi, ban, sistem pendingin, serta berbagai komponen elektronik tetap perlu diperiksa secara berkala.
Mobil listrik umumnya dilengkapi sistem regenerative braking. Ketika kendaraan melambat, motor listrik dapat membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai.
Karena pengereman tidak selalu bergantung pada rem gesek konvensional, penggunaan kampas rem dapat berkurang.