NADIKABAR.COM — Belakangan, desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, desil DTSEN ini menjadi acuan pemerintah, terkhusus Kementerian Sosial, dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos).

Di samping isu kenaikan desil secara tiba-tiba, topik lain yang berembus berkaitan dengan sepeda motor. Kabarnya, masyarakat yang memiliki motor, otomatis desilnya tinggi sehingga tidak dapat menerima bansos.

Apakah benar begitu? Begini penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS) yang perlu pembaca pahami agar tidak keliru.

Dikutip dari Instagram resmi BPS, @bps_statistics, memiliki motor tidak serta-merta membuat seseorang tidak bisa menerima bansos. Mengingat, ada banyak faktor kesejahteraan yang dijadikan pertimbangan.

"Kepemilikan kendaraan bukan satu-satunya penentu. Penilaian kesejahteraan mempertimbangkan berbagai kondisi keluarga," tulis BPS dalam unggahan tertanggal 13 Agustus 2026.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwasanya memiliki motor tidak kemudian menafikan seseorang dari bansos. Apabila pemilik motor dinilai layak, maka ia tetap berpeluang menerima bansos.

Dengan kepemilikan motor, apakah seseorang langsung masuk desil tertentu? Jawabannya: tidak.

Terdapat sejumlah kriteria yang digunakan BPS dalam pemeringkatan desil. Dilansir laman resmi BPS, penentuan desil di antaranya menggunakan indikator penghasilan, kepemilikan suatu barang, daya listrik, dan pekerjaan.

Bukan hanya itu, karakteristik sosial ekonomi seseorang juga menjadi bahan penilaian. Sebut saja kondisi perumahan, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, komposisi keluarga, dan sumber air minum.

Pelbagai aspek di atas kemudian dipertimbangkan menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Tes itu berguna untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan keluarga.

"Karena menggunakan kombinasi berbagai karakteristik, satu kondisi atau satu indikator saja tidak dengan sendirinya menentukan posisi desil suatu keluarga," tulis BPS dalam Siaran Pers Nomor 32/02500/HM.240/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.

Lantas, desil berapa saja yang bakal dapat bansos?

Pertama-tama, perlu pembaca ketahui bahwasanya desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan. Total, ada 10 desil di DTSEN, dengan desil 10 merupakan kelompok dengan kesejahteraan paling mumpuni.

Menurut keterangan di laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial, desil 1-4 adalah prioritas penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang dulu bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Adapun keluarga di desil 5 bisa diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)-Jaminan Kesehatan (JK).

Lebih lanjut, dirujuk dari situs resmi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), desil 1-4 berhak juga menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Begitu juga untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, diprioritaskan untuk calon mahasiswa desil 1-4.

Ada 3 cara untuk mengecek desil DTSEN. Ini langkah-langkahnya untuk pembaca ikuti:

Pertama, pembaca bisa mengecek lewat laman Cek Bansos Kemensos. Selain mengetahui desil, informasi lain yang bakal ditampilkan adalah status pencairan PKH, Program Sembako/BPNT, dan PBI-JK. Caranya:

Website DTSEN BPS bisa digunakan untuk mengecek desil sekaligus mengajukan pembaruan data. Tata caranya sebagai berikut:

Ketiga, pembaca dapat mengetahui masuk desil berapa lewat Aplikasi Cek Bansos Kemensos. Di samping desil, pengecekan via aplikasi ini juga akan menunjukkan status 6 tipe bansos. Langkah-langkahnya:

Bagi pembaca yang merasa desilnya tidak sesuai, dapat mengajukan pembaruan data. Pembaruan bisa dilakukan via Aplikasi Cek Bansos atau datang langsung ke kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat.

Nah, itulah penjelasan mengenai benar tidaknya punya motor otomatis tidak dapat bansos. Semoga menjawab, ya, pembaca!