Merangkum kitab Ar-Ruh karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah terjemahan Kathur Suhardi, perjalanan roh orang meninggal akan dibawa oleh dua malaikat melewati beberapa lapisan langit. Mereka akan dihadapkan kepada Allah SWT untuk diputuskan perkaranya: apakah golongan roh baik ataukah buruk.

Hal tersebut bersandar pada hadits berikut, "Sesungguhnya seorang mukmin (yang akan mati) akan didatangi para malaikat. Jika dia adalah seorang yang saleh maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang baik, yang pernah tinggal di jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan bergembiralah dengan kabar ketenangan dan kenikmatan, dan Rabb yang tidak murka.' Perkataan itu terus diucapkan kepada roh hingga keluar. Lalu, roh itu dibawa naik, hingga berhenti di langit, lalu diminta baginya untuk dibukakan (pintu langit) dan dikatakan padanya, 'Siapakah ini?' Maka dijawab, 'Fulan bin Fulan. Maka malaikat berkata, 'Selamat datang, wahai jiwa yang baik yang pernah tinggal di jasad yang baik, keluarlah dengan terpuji, dan bergembiralah dengan kabar ketenangan dan kenikmatan, dan Rabb yang tidak murka. Maka, perkataan itu terus diucapkan hingga berakhir di langit yang di sana ada Allah Azza wa Jalla. Jika dia orang yang buruk, maka para malaikat berkata, 'Keluarlah wahai jiwa yang buruk, yang pernah tinggal di jasad yang buruk, keluarlah dengan terhina, dan bergembiralah dengan kabar (siksa) air yang mendidih dan (minuman) nanah, dan (azab) lain yang bentuknya bermacam-macam.' Perkataan itu terus diucapkan hingga roh keluar. Lalu, roh itu (dibawa naik) hingga berhenti di langit. Kemudian dikatakan, 'Siapa ini?' Maka dijawab, 'Fulan bin Fulan. Maka dikatakan kepadanya, 'Tidak ada ucapan selamat datang bagi jiwa yang buruk, yang pernah tinggal di jasad yang buruk. Kembalilah dengan terhina.' Maka, sesungguhnya ia (ruh orang yang buruk) tidak dibukakan pintu-pintu langit. Maka, rohnya dikirimkan ke bumi dan kembali ke kubur."

Segolongan ulama salaf dan khalaf berpendapat roh orang mukmin akan berada di Illiyin di langit ketujuh dan roh orang kafir di Sijjin di bumi ketujuh. Namun, kata Ibnu Qayyim, hal itu tidak menunjukkan keberadaan roh di sana tetapi hanya sekadar naik hingga tiba di sana untuk dihadapkan kepada Rabb-nya dan diputuskan perkaranya apakah dia termasuk golongan Illiyin ataukah Sijjin. Setelah itu, roh akan kembali ke kubur untuk mendapat pertanyaan malaikat lalu kembali ke tempat yang disediakan.

Setelah orang meninggal dan rohnya terlepas dari jasadnya, roh tersebut akan menuju tempat sesuai dengan amal perbuatannya. Allah SWT berfirman,

كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْفُجَّارِ لَفِيْ سِجِّيْنٍۗ

Artinya: "Jangan sekali-kali begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar (tersimpan) dalam Sijjīn. " (QS Al-Muthaffifin: 7)

Kemudian dalam ayat yang lain, Allah SWT berfirman,