NADIKABAR.COM — Kebiasaan menyemprotkan parfum di leher menjadi pilihan banyak orang agar aroma wangi lebih tahan lama. Namun, kebiasaan ini sempat menjadi perbincangan karena dikaitkan dengan risiko gangguan hormon, masalah kelenjar tiroid, hingga kanker.

Kekhawatiran tersebut muncul karena leher berada dekat dengan kelenjar tiroid, organ yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Sejumlah unggahan di media sosial juga menyebutkan bahwa bahan kimia dalam parfum dapat terserap melalui kulit leher dan mengganggu fungsi organ tersebut.

Lantas, benarkah menyemprotkan parfum di leher berbahaya bagi kesehatan?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa menyemprotkan parfum di leher secara langsung menyebabkan kerusakan kelenjar tiroid atau kanker tiroid.

Artikel yang diterbitkan The Conversation pada Agustus 2026 menjelaskan bahwa belum ada bukti bahwa menyemprotkan parfum di dekat kelenjar tiroid membuat bahan kimia dalam parfum secara khusus masuk ke organ tersebut atau memberikan paparan yang lebih tinggi dibandingkan penggunaan di bagian tubuh lain.