Kekhawatiran mengenai bahan kimia dalam parfum sebenarnya berkaitan dengan isu yang lebih luas, yakni kemungkinan paparan zat tertentu yang dapat memengaruhi sistem hormon atau sistem endokrin. Namun, hal ini tidak berarti bahwa penggunaan parfum di leher secara otomatis menyebabkan gangguan hormon.

Dengan kata lain, klaim bahwa parfum yang disemprotkan di leher langsung merusak tiroid karena lokasinya berdekatan belum didukung bukti ilmiah yang memadai.

Risiko yang lebih nyata adalah iritasi dan alergi kulit

Meski tidak terbukti secara khusus merusak kelenjar tiroid, parfum tetap berpotensi menimbulkan masalah pada kulit, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan pewangi tertentu.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menjelaskan bahwa produk kosmetik, termasuk parfum, dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang. Reaksi tersebut dapat berupa kulit kemerahan, gatal, ruam, mengelupas, hingga pembengkakan.