Anggapan tersebut kemungkinan muncul karena susu sering dianggap sebagai minuman yang dapat membantu tubuh menetralisasi berbagai zat setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
Ada pula anggapan bahwa susu dapat mengurangi rasa tidak nyaman setelah menghirup asap rokok. Namun, rasa yang lebih nyaman setelah minum susu tidak sama dengan paru-paru yang sudah terbebas dari zat berbahaya.
Asap rokok sendiri mengandung banyak zat beracun yang dapat merusak sistem pernapasan. Paparan rokok juga berkaitan dengan berbagai penyakit paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK.
Karena itu, minum susu tidak dapat dijadikan pengganti langkah yang benar-benar dibutuhkan untuk menjaga kesehatan paru-paru.
Paru-paru sebenarnya punya mekanisme untuk membersihkan diri. Tubuh manusia sudah memiliki mekanisme alami untuk melindungi saluran pernapasan.
Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa lapisan mukosilia yang terdiri dari lendir dan silia berperan dalam melindungi saluran pernapasan. Silia bergerak untuk membantu menyapu dan membersihkan saluran pernapasan dari berbagai partikel yang masuk.
American Lung Association juga menjelaskan bahwa paru-paru memiliki kemampuan untuk membersihkan diri ketika paparan terhadap polutan dihentikan.