Petunjuk lain mengenai asal-usul benda tersebut juga ditemukan pada penanda yang tertera di bagian serpihan.  Pada benda itu terdapat kode lengkap '2ZQE31-20-15 240256KY'. Penanda tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam proses penelusuran asal-usulnya.

KNKT mencermati kode '2ZQE31-20-15' yang dinilai memiliki kemiripan dengan nama roket pembawa satelit China, Zhuque 2E. KNKT kemudian berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) di bawah BRIN.

Dari koordinasi tersebut, diperoleh konfirmasi bahwa puing yang ditemukan merupakan bagian dari roket pembawa satelit milik China.

Terkait temuan kembali benda logam besar yang misterius pada Selasa ini, juga telah dikonfirmasi Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung.

"Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi," kata Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo saat dikonfirmasi, Selasa ini

Secara kasatmata, benda itu memiliki bentuk melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran.

Permukaannya tampak terdiri atas beberapa bagian dengan deretan paku keling atau rivet yang masih terlihat. Objek tersebut tergeletak di antara pelepah kelapa sawit yang berserakan.

Dalam rekaman video amatir yang viral, temuan pada Selasa ini mendadak menyita perhatian para buruh kebun sawit. Mereka berdatangan ke lokasi untuk melihat dari dekat objek berwarna kuning pudar tersebut. Sebagian warga merekam temuan itu menggunakan ponsel, sementara lainnya mencoba menebak asal-usul benda yang tidak biasa tersebut.