Temuan ini menambah misteri setelah sehari sebelumnya warga Kotim dikabarkan mendengar suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit, Minggu sore lalu. Kemudian, pada Senin kemarin, warga juga menemukan pecahan logam berukuran cukup besar di kawasan yang sama, yang diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar cair roket.
Rentetan kejadian tersebut memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Bentuk benda yang melengkung, keberadaan kabel, serta kemunculan pecahan logam dalam waktu berdekatan membuat sebagian warga mengaitkannya dengan komponen roket atau benda antariksa.
Aparat mengimbau masyarakat tidak mendekati, menyentuh, apalagi memindahkan benda asing yang ditemukan di lapangan. Meski bentuk dan materialnya menyerupai komponen roket, ciri-ciri tersebut belum cukup untuk memastikan identitas maupun tingkat bahayanya.
"Diduga masih ada beberapa serpihan lagi yang saat ini masih belum ditemukan. Kami minta apabila ada menemukan benda asing segera lapor kepada petugas," tegas anggota Brimob yang berjaga
Pekerja perkebunan diminta segera menjauh apabila kembali menemukan benda yang tidak dikenal dan melaporkannya kepada aparat. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul benda tersebut sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya serpihan lain yang masih tersebar di kawasan perkebunan Kotim.
Di sisi lain, KNKT telah berkoordinasi dengan penyedia jasa navigasi penerbangan, AirNav Indonesia, serta sejumlah operator pesawat udara. Dari koordinasi tersebut, tidak ditemukan laporan pesawat yang hilang kontak terkait kejadian itu.
Penelusuran jalur masuk kembali atau re-entry puing ke atmosfer juga menunjukkan lintasan yang melintasi kawasan tempat serpihan ditemukan. Identifikasi lebih lanjut terhadap serpihan yang telah dievakuasi masih dilakukan untuk memastikan detail benda tersebut.