Menurutnya, kondisi Bendung Karet ini belum pernah asat. Namun, hal ini diakibatkan karena musim kemarau ekstrem.

"Terus dulu waktu pembangunan saya ke sini banyak air, terus ternyata sekarang habis. Ini karena pengaruh musim kemarau panjang, biasanya nggak seperti ini, ini ada embung Karet untuk menyekat air asin dan tawar, tapi ini kemarin ekstrem jadi airnya susut," ungkap dia.

Anton mengaku belum pernah melihat Bendung Karet asat. "Kejadian ini baru terjadi tahun ini, sejak seminggu yang lalu. Ini kan air kering ngambil air padanya air cepat habis," jelasnya.

Hal senada disampaikan warga Desa Bungasejo, Lukito. Menurutnya, bendung ini asat karena imbas musim kemarau.

"Ya semula ini tampungan air dari atas memang kurang, untuk petani yang banyak membutuhkan air karena musim tanam, karena kemarin embung masih ada terus harapan warga bisa tanam tapi ternyata panas sungguh ekstrem jadi tidak ada air," jelas Lukito saat ditemui di lokasi petang tadi.