Dia menyebut akibat asatnya Bendung Karet Sungai Juana ada jutaan ikan sapu-sapu terdampar. Bahkan banyak pula ikan yang mati.

"Jutaan ikan terdampar sejak seminggu, ada yang diambil, kemarin lebih banyak sekali. Kemarin sempat banyak diambil, sekarang sudah nggak, kondisinya kotor dan banyak yang mati," ujarnya.

Lukito berharap agar ada bantuan air dari waduk lain ke Sungai Juana. Ia khawatir kondisi musim kemarau semakin panjang akan berdampak para petani di sekitar bendung.

"Harapan semoga air dari atas supaya bisa turun ke sungai, warga bisa tanam lagi karena banyak modal sudah dikeluarkan," jelasnya.

NadiKabar sudah berupaya meminta konfirmasi kepada pengelola Bendung Karet Sungai Juana akan tetapi mereka tidak berkenan memberikan statement. Mereka menyarankan agar wawancara kepada pengelola yang ada di Semarang.