NADIKABAR.COM — Bentang alam Wehea-Kelay di Kalimantan Timur ditunjuk Kementerian Kehutanan sebagai salah satu lokasi percontohan implementasi Multiusaha Kehutanan (MUK), guna mengembangkan usaha berbasis hutan yang berkelanjutan.
"Setelah jadi percontohan sejak 6 Oktober tahun ini, kami bersama pemerintah terus memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto dihubungi dari Samarinda, Selasa.
Bentang alam tersebut merupakan salah satu lanskap hutan penting di Kalimantan Timur, karena menjadi habitat berbagai satwa kunci seperti orang utan, owa, beruang madu, bekantan, dan rangkong.
Melalui MUK, pemerintah mendorong diversifikasi usaha kehutanan yang selama ini banyak bergantung pada hasil kayu, dengan mengembangkan sumber pendapatan alternatif seperti agroforestri dan jasa lingkungan, termasuk perdagangan karbon.