"Saat ini telah ada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Hutan Alam (PBPH-HA) yang bergabung dalam inisiatif tersebut yang mencakup 14 desa," kata Herlina.
Ia menambahkan, bentang alam Kalimantan kini sedang mengembangkan model bisnis kehutanan yang memadukan hasil hutan kayu dengan agroforestri regeneratif dan jasa lingkungan.
Pendekatan ini mengutamakan konservasi dengan tetap melindungi kawasan hutan lindung, termasuk sebagian besar kawasan produksi yang memiliki nilai konservasi tinggi. Kegiatan produksi juga dirancang mengikuti standar keberlanjutan untuk membuka peluang pendanaan dan investasi hijau.