Ketergantungan pada hasil kayu dinilai belum mampu mengoptimalkan potensi ekonomi hutan. Selain itu, tingginya biaya produksi dan tekanan harga pasar menyebabkan sebagian konsesi tidak aktif berproduksi, sehingga berisiko mengalami degradasi hutan, deforestasi, hingga alih fungsi lahan.

Selain Wehea-Kelay, pemerintah menetapkan empat lokasi percontohan lainnya, yakni Bukit Tiga Puluh di Jambi, Pesawaran dan Lampung Selatan di Lampung, Kubu Raya di Kalimantan Barat, serta Peusangan Elephant Conservation Initiative di Aceh.

Di Wehea-Kelay, YKAN bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat menginisiasi bentang alam sejak 2024 sebagai wadah kolaborasi pengelolaan lanskap berkelanjutan.