Volkswagen mengajukan penawaran 430 juta poundsterling (Rp10,3 triliun) dan mengalahkan BMW untuk mengambil alih pabrik di Crewe, Inggris, beserta mobil-mobil kedua merek, maskot Spirit of Ecstasy, dan gril ikonis Rolls-Royce.
Namun, BMW telah lebih dulu membuat kesepakatan dengan Rolls-Royce PLC, perusahaan mesin pesawat, untuk memperoleh lisensi penggunaan nama Rolls-Royce senilai 40 juta poundsterling (Rp962,4 miliar).
Kedua perusahaan Jerman itu akhirnya sepakat membagi aset. BMW mengambil alih Rolls-Royce dan membangun pabrik baru di Goodwood, sedangkan Volkswagen mengelola Bentley dari pabrik lama di Crewe.
Bentley tetap diproduksi di fasilitas Pyms Lane, Inggris, alih-alih dipindahkan ke Jerman. Hingga kini, seluruh model Bentley, mulai dari SUV Bentayga hingga Batur Convertible, diproduksi di pabrik tersebut.
Namun, ada pengecualian. Tingginya permintaan terhadap Flying Spur setelah diluncurkan pada 2005 dan kembali meningkat pada 2013 membuat Bentley harus memproduksi sejumlah kecil unit di pabrik Volkswagen di Dresden, Jerman, untuk memenuhi pesanan.