"Awal masalahnya itu dari adanya pemasangan police line di depan portal. Pihak Darul Istiqamah ini marah karena dipasangkan police line di situ, yang merupakan buntut dari konflik beberapa bulan lalu," ujar Minar.
Belakangan, oknum kubu ponpes datang dan menerobos masuk area sekolah pada Jumat (4/9) sore. Mereka menduduki fasilitas sekolah dan menggunakannya untuk aktivitas harian.
"Mereka masuk dan menduduki secara paksa lingkungan sekolah. Melakukan aktivitas seperti memasang tenda, menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada di dalam kelas, bahkan ada yang memasak sampai bermain bulu tangkis di sana," ungkapnya.
Minar menegaskan, SPIDI Maros berdiri secara sah, berbadan hukum, dan mengantongi izin operasional resmi. Pihak sekolah juga telah berulang kali membujuk massa untuk meninggalkan lokasi dan menyelesaikan sengketa melalui jalur hukum namun diabaikan.