Rekomendasi kesehatan secara umum menyarankan agar kehamilan berikutnya tidak terjadi terlalu cepat setelah persalinan. Organisasi kesehatan dunia menyarankan menunggu setidaknya dua tahun setelah melahirkan sebelum kembali hamil.
Sementara itu, panduan obstetri menyarankan untuk menghindari kehamilan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah persalinan. Jeda setidaknya 18 bulan sebelum kembali hamil memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan kehamilan yang terjadi dalam waktu lebih singkat.
Namun, perlu dipahami bahwa jarak dua tahun tersebut bukan berarti usia anak pertama dan kedua harus tepat dua tahun.
Rekomendasi tersebut menghitung jarak dari kelahiran anak pertama hingga awal kehamilan berikutnya. Artinya, jika seorang ibu kembali hamil sekitar dua tahun setelah melahirkan anak pertama, maka ketika anak kedua lahir, jarak usia keduanya akan lebih dari dua tahun.
Memberikan waktu yang cukup sebelum kehamilan berikutnya dapat membantu tubuh ibu memulihkan kondisi setelah kehamilan dan persalinan. Pemulihan tersebut mencakup pemulihan fisik sekaligus pemenuhan kembali sejumlah kebutuhan nutrisi tubuh.
Jeda yang cukup juga dapat membantu menurunkan risiko sejumlah masalah pada kehamilan berikutnya, termasuk kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Sebaliknya, jarak kehamilan yang terlalu pendek perlu mendapatkan perhatian karena berkaitan dengan risiko komplikasi tertentu.