"Dulu tidak ada perawatan, jadi pas hujan itu jembatannya hancur. Tidak bisa dilewati, jalannya hancur, habis itu tumbuhan tumbuh di jalan. Jadi tidak bisa akses darat, untuk pakai motor pun tidak bisa," jelasnya.

Terbatasnya akses transportasi berdampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat. Arman mengatakan harga beras ukuran 25 kilogram di Kampung Long Apari mencapai sekitar Rp 1 juta.

"Kalau beras di atas (Kampung Mahulu) itu kurang lebih, yang 25 kilo itu saja Rp 1 juta. Kalau gas di ibu kota kecamatan Rp 750.000 yang 12 kilo, untuk gas yang 3 kilo itu sampai Rp 300 ribu. (Dibeli) mau tak mau mereka tetap membeli meski mahal, sisanya untuk meringankan mereka mengandalkan hasil ladang," ungkap Arman.