NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menepis kekosongan beras. Ia menyebut stok beras masih banyak di pasar tradisional.

Menurutnya, masyarakat bisa membeli di pasar dengan harga yang murah. Sementara kekosongan di toko ritel modern, ada kaitannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki.

"Berarti beli di mana? Kalau di pasar beli, murah apa mahal? Di pasar tradisional murah apa mahal? Murah kan? Turun nggak harga? Iya berarti anda jawab sendiri. Berarti yang naikkan selama ini apa? Dulu kalau tidak ada stok, harga naik kan? 'Wah, menterinya salah nih, impor.' Begitu sekarang banyak beras, apa alasannya lagi? Tidak impor, apa alasannya lagi? Berarti memang ada mafia dari dulu. Ini yang harus diberesin," ujar Amran, di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Saat ini, ia menyebut stok beras dalam keadaan aman. Cadangan beras pemerintah (CBP) saja berada di posisi hampir 5 juta ton.