NADIKABAR.COM — Lagu berbahasa Jawa terdengar menggelegar saat kaki ini tiba di depan restoran Monggo Moro, Shinjuku, Tokyo, Jepang.

Orang-orang yang lewat di dekat warung itu hampir pasti menengok, penasaran dengan sumbernya. Yang mencolok bukan cuma suaranya, tetapi tampilan eksterior restoran ala warteg itu.

Tulisan WARTEG JAWA dan MONGGO MORO dengan latar belakang merah putih tertera di bagian tas.

Plastik-plastik isi kerupuk bawang disangkutkan di bagian luar. Jendela lainnya tak kalah ramai. Foto-foto masakan Indonesia ditempel di sana. Saat diintip, rasanya seperti melihat toko kelontong alias warung biasa di Indonesia.

Rak berisi aneka bumbu, kecap, saus, berjajar rapi. Kerupuk kulit bertumpuk di sebuah sudut. Rencengan minuman kemasan sase menghiasi dinding. Aneka camilan itu bukan sekadar dekorasi, tapi bisa dibeli.

"Berapa orang?" tanya seorang staf yang mengenakan seragam bermotif batik lengkap dengan penutup kepala tradisional.