"Kalau mau makan dengan tangan, ini kobokannya," ujar staf yang mengantar makanan ke lantai dua.
Begitu memasukkan sesendok nasi hangat dan potongan cumi asin dengan sambal merah, mata langsung membelalak. Asin dan pedas! Rasa yang otentik ini membuat diri lupa sedang berada di Negeri Sakura.
Rasa lauk lainnya tak perlu ditanya lagi. Mirip, kalau bukan persis, seperti makanan yang dibuat di Indonesia. Di setiap meja ada dua tempat sambal. Saat diintip, rupanya sambal hijau dan merah. Rasanya? Pedas maksimal!
Rasa penasaran apakah tamu Jepang bakal kuat dengan tingkat kepedasan otentik kuliner Indonesia dijawab oleh Retno Wahyuningsih, pemilik Monggo Moro yang mendirikan restoran ini bersama suaminya yang merupakan orang Jepang.
"Justru orang yang masuk Monggo Moro harus ngikutin rasa Monggo Moro. Jadi, saya nggak mengikuti cita rasa orang Jepang. Kalau saya enggak. Yang masuk ke sini, silakan rasa aslinya, rasa pedas aslinya itu seperti ini," kata Retno saat ditemui ANTARA di Tokyo, Minggu (1/11).