"Yang kedua, kami berharap bahwa pasokan untuk Kabupaten Jember jangan cuma mengandalkan dari Depo Banyuwangi. Karena jalan dari Jember ke Banyuwangi ini agak sering mengalami kemacetan," tambahnya.

Jember, kata Gus Fawait, merupakan salah satu wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Jatim. Diharapkan, Pertamina bisa menyiapkan pasokan wilayah di luar Banyuwangi seperti dari Surabaya dan sekitarnya."Sebetulnya pasokan itu bukan cuma BBM ya, tapi juga LPG. Tapi untungnya, LPG di Jember tidak langka karena setelah terjadi kemacetan di wilayah Banyuwangi, pihak Pertamina, khususnya SBM yang menangani LPG, segera melakukan mitigasi dan mengalihkan distribusi itu dari arah Surabaya, Gresik. Sehingga di Jember tidak sempat terganggu pasokannya dan tidak terjadi kepanikan dan tidak terjadi kelangkaan," bebernya.

Pemkab Jember, lanjut Gus Fawait juga akan bersurat kepada Pertamina Pusat agar BBM dan LPG tidak hanya mengandalkan dari depo pangkalan Banyuwangi.

"Jumlah penduduk Jember itu terbanyak ketiga di Jatim, total 2,6 sampai 2,7 juta maka seharusnya BBM atau LPG pasokannya tidak hanya dari Pelabuhan Banyuwangi, tetapi juga bisa dari Surabaya, Malang, untuk LPG dari Gresik dan sekitarnya, atau mengaktifkan kembali depo yang ada di Jember," jelasnya.

"Ketika terjadi kelangkaan sedikit saja di Kabupaten Jember, mengatasi kelangkaan itu untuk Jember ini perlu waktu panjang dibanding kabupaten yang lain. Hal itu mengingat banyaknya SPBU, luasnya wilayah, dan jumlah penduduk yang begitu besar, ditambah lagi warga dari luar Jember baik itu pelajar karena kita adalah kabupaten dengan jumlah kampus terbanyak ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya, Malang, Jember," tambahnya.