Gus Fawait ingin memastikan semua warga yang ada di Jember bisa mendapat akses BBM dan LPG dengan mudah dan tidak terjadi antrean-antrean panjang.

"Dengan jumlah penduduk besar, kalau terjadi kelangkaan, apalagi tambah panic buying dari masyarakat, dan itu bukan salah masyarakat. Maka Pemkab Jember akan all out menjamin ketersediaan BBM di sini," tegasnya.

Sejauh ini, Gus Fawait juga menyebut kebijakannya soal work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) membuahkan hasil dengan berkurangnya antrean di SPBU-SPBU.

"Pemkab Jember akhirnya mengeluarkan kebijakan-kebijakan. Yang pertama kami berkoordinasi dengan Pertamina. Kemudian yang kedua, kami turun ke bawah, Bupati, para kepala OPD, Camat, kemudian juga banyak pihak lah ya, SPPG-SPPG, dapur-dapur MBG turun ke bawah untuk menyapa masyarakat supaya mereka tidak antre sendirian," terangnya.

"Kita dapat laporan dari Pertamina stok BBM-nya sudah cukup, sudah normal kembali bahkan lebih, tetapi antrean masih panjang di SPBU. Maka tidak ada jalan lain, kami mengambil kebijakan secara tepat dan terukur, yaitu melakukan pemberlakuan WFH bagi para ASN dan juga PJJ untuk siswa. Alhamdulillah hari ini antrean sudah mulai berkurang signifikan," tandasnya.