"Saya mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi. Jangan memberikan uang atau data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan saya atau Kementerian P2MI melalui nomor WhatsApp maupun akun pribadi yang tidak resmi," ungkapnya.
Menurut Mukhtarudin, informasi mengenai program dan layanan Kementerian P2MI hanya disampaikan melalui kanal resmi sosial media dan website kementerian. Masyarakat diminta memastikan kebenaran informasi sebelum mempercayai, menindaklanjuti, maupun menyebarkannya.
"Kalau menemukan informasi seperti ini, jangan langsung dibagikan. Cek terlebih dahulu melalui kanal resmi media sosial kami yakni @kemenp2mi dan website resmi kami siskop2mi.bp2mi.go.id. Mari kita bersama-sama mencegah masyarakat, khususnya Pekerja Migran Indonesia, menjadi korban penipuan berbasis teknologi AI," tutup Mukhtarudin.