Mus sering diperhadapkan dengan guncangan gempa susulan terus yang mengintainya. Namun, ia tak mundur meski rasa takut dan panik dalam bayang-bayangnya.

Hari demi hari, Mus tak lelah. Namun, tiga hari setelah gempa dahsyat itu, ia jatuh sakit. Tubuh pria berusia 33 terasa remuk, batuk, pilek dan panas tinggi menyerangnya bertubi-tubi. Hal itu terpaksa membuatnya harus izin selama dua hari.

"Awal gempa itu kami sudah mulai melakukan aktivitas tanggap darurat seperti antar air bersih ke setiap posko. Dan memang guncangan gempa itu sering saya rasakan saat bawa truk," ujar Mus saat ditemui di Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Nagekeo, Selasa (1/9/2026).

Gus menuturkan untuk distribusi air bersih didominasi oleh masyarakat Desa Marapokot, Nangadhero, dan Tonggurambang. Ketiga desa ini paling banyak terdampak gempa.