Di lain sisi, sebagian besar warga mengungsi ke Kota Mbay, Ibu Kota Nagekeo. Setiap hari, Gus melayani pengantaran air bersih sebanyak 7-8 kali untuk lokasi terdekat. Sedangkan, lokasi terjauh hanya 2-3 kali dalam sehari.

"Kendala utama itu rata-rata itu soal jarak pengantaran ke setiap desa dan juga banyaknya permintaan air bersih," tutur Mus.

Menurut Mus, pelayanan air bersih itu sebagai kepedulian dan rasa kemanusiaan dan juga sebagai tugas utama selama ini. Selain itu, pengungsi yang berasal dari wilayah pesisir sangat membutuhkan air bersih.

"Mau bagaimana lagi semuanya karena hal kemanusiaan dan tanggung jawab dalam pekerjaan," pungkas Mus.