"Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan apa yang kita kembangkan nanti pada expo dan summit ini, kita akan banyak mempertemukan teknologi maju milik BRIN, perguruan tinggi, dan riset swasta dengan para calon startup," tuturnya.

Pameran tersebut juga digagas Arif sebagai jawaban dari fenomena 'The Valley of Death' atau jembatan yang terputus tim redaksi dunia riset dan kebutuhan industri. Pameran dan summit akan mempertemukan para periset, industri, investor hingga startup.

"Di mana riset tidak menjawab kebutuhan industri, dan industri berkembang tanpa kekuatan riset. Inilah yang harus kita pecahkan sehingga bagaimana BRIN harus mampu bertransformasi agar inovasi ini bisa semakin berdampak," jelas Arif.

Selain teknologi antariksa, BRIN juga tengah memperkuat penguasaan teknologi strategis lainnya seperti semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), biogenomik, hingga nuklir.

"Teknologi apa yang sekarang harus kita kembangkan? Memang ada emerging technology seperti teknologi semikonduktor, AI, biogenomik, teknologi kuantum, material maju, nuklir, keantariksaan, dan sebagainya yang itu bisa menjadi backbone bagi pengembangan teknologi tinggi di Indonesia nanti," tuturnya.