Menurut Alim, suasana di dasar embung yang kini menyerupai lapangan rumput memberikan daya tarik tersendiri bagi warga. Mereka datang untuk sekadar duduk-duduk menikmati angin sore atau mengajak anak-anak bermain di area yang luas tersebut.

Pengunjung yang datang pun kian beragam, mulai dari rombongan ibu-ibu hingga anak-anak kecil. Puncaknya terjadi saat matahari mulai condong ke barat atau waktu asar tiba.

"Nah, kalau lagi kering, ibu-ibu sama anak-anak banyak yang datang ke sini. Apalagi kalau sore," tutur Alim.

Ramainya pengunjung otomatis membuat stok minuman Alim cepat ludes. Mayoritas warga yang menghabiskan waktu di tengah embung yang kering pasti mencari kesegaran dari dagangannya.

Bagi Alim, kemarau tahun ini bukanlah musibah, melainkan kesempatan emas untuk menambah penghasilan keluarga. Ia merasa sangat bersyukur dengan anomali yang terjadi di desanya tersebut.