NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat persentase siswa yang belajar di sekolah dalam keadaan lapar menurun menjadi 16 persen berkat adanya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Persentase siswa yang datang ke sekolah dalam kondisi lapar turun dari sebelumnya lebih dari 56 persen menjadi sekitar 16 persen berkat pelaksanaan Program MBG," kata Juru Bicara BGN Tysa Novenny saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Tysa juga memaparkan siswa yang merasa kenyang saat belajar meningkat dari 43 persen ke 84 persen berkat program peningkatan kualitas gizi nasional tersebut.

"Konsumsi buah meningkat dari 26 persen ke 84 persen, konsumsi protein yang sebelumnya berada pada kisaran 30-40 persen kini meningkat hingga mendekati 80 persen," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah berharap angka stunting pada anak bisa turun sesuai target nasional sebesar 18 persen pada tahun 2026 untuk menuju Indonesia nol stunting dengan adanya Program MBG.

Tysa menambahkan BGN juga saat ini tengah menjalankan percontohan atau piloting MBG prasmanan di 66 titik. Dalam rangka perbaikan tata kelola MBG, BGN juga telah memerintahkan seluruh SPPG di Indonesia agar menghubungkan CCTV di dapur masing-masing ke pusat, sehingga dapat dipantau secara real-time.

"CCTV seluruh dapur akan terkoneksi ke pusat untuk memantau apakah SOP di tiap dapur dijalankan atau tidak. Selain itu dari segi komunikasi pun, kami perbaiki lebih intensif, baik komunikasi publik maupun antar-lembaga," ucap Tysa.

Dalam pelaksanaan Program MBG, pemerintah terus memperluas jangkauan sekaligus memperketat standar keamanan pangan. Hingga 30 September 2026, program ini telah menjangkau 57 juta penerima manfaat melalui 27.486 SPPG.

BGN juga telah menutup sementara 1.276 SPPG yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai bagian dari upaya memperketat standar kebersihan dan keamanan pangan. Per 30 September 2026 realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun atau sekitar 66,9 persen dari pagu efektif Rp229 triliun.

Pada 2027 pemerintah menargetkan Program MBG menjangkau 72,4 juta penerima manfaat, yang terdiri atas peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.