"Story ini it took me around kayak sebulan, at least getting to know the space, dan kayak ceritanya gimana, cast-nya gimana, gitu-gitu," kata Jovani.
"But in terms of rehearsal plus rehearsals and everything, it took around two to three months. So we really worked together with Trans Studio untuk kayak 'can we visit? Do like keep checking on the different types of spaces' di sini," lanjutnya.
Menariknya, pertunjukan ini memiliki dua rute yang bisa dipilih pengunjung, yakni rute merah dan rute biru. Keduanya sama-sama membawa pengunjung menikmati pengalaman horor imersif di area theme park yang sudah tutup.
"Sebetulnya ada dua rute yang memang akan bisa dinikmati oleh pengunjung. Pengunjung bisa coba rute yang warna merah atau rute yang warna biru," jelas Triya.
Lantas, cerita seperti apa yang bakal diikuti pengunjung?
Dalam 'Bermalam di Trans Studio' perjalanan awalnya dimulai dengan tur familiarisasi keamanan. Pengunjung diajak melintasi area tertentu di Trans Studio setelah operasional berakhir.
Namun, perjalanan tersebut perlahan berubah menjadi penyelidikan misteri kematian seorang performer bernama Lita. Cerita tersebut juga disebut menjadi bagian dari universe Eclipse Studios. Disinggung apakah kisah Lita bakal berlanjut, Jovani menyebut kisah itu masih menyimpan misteri.
"Wah, itu we'll find out I guess. Kita juga belum tahu ya," ujarnya.