Jovani mengatakan dunia cerita Eclipse memang memiliki sejumlah kisah yang saling terhubung.
"Kita juga ada different types of story dan stories-nya sebenarnya link to each other juga. Nah, Lita maybe di dunia yang Eclipse ini gitu. Jadi kita belum tahu kalau ada kelanjutannya, tapi kayak, hopefully, hopefully yeah," katanya.
Triya berharap pertunjukan ini bisa menjadi pengalaman baru bagi pengunjung Trans Studio Cibubur yang selama ini lebih identik dengan aktivitas siang hari.
"Biasanya di theme park siang-siang seru-seruan siang-siang gitu, dan ini ternyata malam ketika tutup juga sama-sama serunya. Jadi harapannya tentunya penonton bisa menyaksikan dan merasakan experience langsung di 'Bermalam di Trans Studio'," kata Triya.
Jovani juga berharap pertunjukan ini bisa membuka peluang bagi lebih banyak karya immersive theater di Indonesia. Menurutnya, harga tiket yang relatif terjangkau diharapkan membuat pengalaman tersebut bisa dinikmati lebih banyak orang.
"I hope everyone gets to experience this at least once in their life. Karena it's kinda rare to find this type of theater di Indonesia especially. So we're trying to inspire people to create more art, create more stories, and just have fun with it," pungkasnya Jovani.
'Bermalam di Trans Studio' mulai digelar pada 17 September hingga 20 Oktober 2026. Setiap harinya ada dua pertunjukan, yakni pukul 19.00 WIB dan 21.00 WIB.
Pengunjung yang ingin ikut merasakan pengalaman horor ini harus berusia minimal 13 tahun. Untuk tiketnya dibanderol Rp 185.000 dan dapat dibeli melalui detikEvent.