NADIKABAR.COM — Russell Brand hadir di persidangan perdana dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya di Pengadilan Southwark Crown London pada Rabu (28/10). Dalam sidang tersebut, ia hadir memberikan kesaksian membela dirinya sendiri.

Mantan suami Katy Perry ini hadir sebagai saksi dan mengaku tidak berhasil meyakinkan siapa pun untuk bersaksi membelanya. Ia pun membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Seperti diberitakan Sky News dan Variety, Brand dipanggil oleh pengacaranya, Ian Winter KC, sebagai saksi pertama untuk pihak pembela.

Winter mengawali dengan menanyakan apakah Brand melakukan setiap tindak pidana yang dituduhkan kepadanya, yang dijawab berulang kali oleh Brand dengan kata: "Tidak."

"Seluruh hidup saya telah tersita oleh tuduhan-tuduhan ini," ujarnya dalam sidang. "Saya telah mencurahkan diri sepenuhnya untuk menangani masalah ini."

Brand juga menyebut film dokumenter rilisan Channel 4 tentang kasus dirinya sebagai sesuatu yang "sangat menghancurkan" dan mengklaim tidak dapat menjenguk putranya yang sakit di rumah sakit karena tuduhan pemerkosaan.

Pada Selasa (27/10), Hakim Justice Bennathan mengubah salah satu dari tujuh dakwaan terhadap Brand, yakni dari tindak pelecehan seksual menjadi percobaan pelecehan seksual.

Ia juga menyatakan kepada para juri bahwa terdapat "bukti yang tidak memadai" terkait dugaan insiden pada 2001 yang melibatkan seorang karyawan MTV tersebut.

Brand juga didakwa atas tiga tuduhan pemerkosaan dan tiga tuduhan pelecehan seksual, dan ia telah menyatakan tidak bersalah atas semua dakwaan tersebut.

Kasus ini melibatkan enam penggugat perempuan, yang menurut hukum Inggris secara otomatis mendapatkan hak anonimitas seumur hidup, dan berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang terjadi antara 1999 hingga 2009.

Di kursi saksi, Brand dimintai keterangan mengenai tuduhan pertama yang diajukan oleh seorang perempuan yang mengaku diperkosa olehnya saat konferensi Partai Buruh pada 1999.

Brand menuturkan bahwa setelah bertemu di acara pertunjukan kabaretnya, perempuan tersebut "mengajak untuk pergi ke kamar hotelnya," dan ia menduga ada "kemungkinan untuk berhubungan seksual."

Brand mengakui ada aktivitas seksual dirinya dan perempuan tersebut dengan menggunakan pengaman. Saat ditanya mengenai klaim perempuan tersebut bahwa ia dipaksa untuk mengambil foto, Brand menjawab: "Saya tidak tahu bagaimana caranya seseorang bisa dipaksa untuk mengambil foto."

Untuk tuduhan kedua yang melibatkan seorang perempuan yang mengaku Brand mencengkeramnya dan mencoba menariknya ke dalam toilet saat ia bekerja di MTV pada 2001, Brand menyatakan ia sama sekali tidak ingat kejadian tersebut.

Terkait pelapor ketiga yang menuduh Brand meremas payudaranya di sebuah pesta di Soho pada 2004 dan memaksanya melakukan seks oral di toilet, Brand mengatakan ia dikenalkan kepada perempuan itu oleh tuan rumah pesta sebagai seorang yang "sangat ingin bertemu" dengannya.

Brand menegaskan ia "sama sekali" tidak meremas payudara perempuan itu, dan toilet yang disebut sebagai lokasi pemerkosaan itu "tidak mungkin digunakan untuk mencapai tujuan... yaitu melakukan hubungan seksual."

Variety menyebut jaksa penuntut sudah memaparkan pokok perkara mereka selama dua pekan terakhir. Dalam pernyataan pembuka, Riel Karmy-Jones KC merinci setiap tuduhan terhadap Brand, menyebutnya sebagai sosok "kejam dan penuh perhitungan" dengan hasrat seksual "tanpa pandang bulu dan tak terpuaskan".

Pengadu pertama berkaitan dengan tuduhan insiden di konferensi Partai Buruh 1999 di Bournemouth. Pengadu kedua melibatkan seorang perempuan yang bekerja di MTV pada 2001 dan dugaan insiden di toilet.

Perempuan ketiga menuding Brand meremas payudaranya di sebuah pesta di Soho pada 2004 dan dugaan pemaksaan oral. Tuduhan keempat diduga terjadi di Capital Radio pada 2004/2005 dan disebut Brand meraba tubuh pelapor secara agresif.

Perempuan kelima menyatakan Brand melakukan pemerkosaan melalui anal pada 2009, setelah mereka melakukan hubungan seksual melalui vagina atas dasar suka sama suka.

Klaim keenam datang dari seorang perempuan yang mengaku bahwa Brand meminta dipijat saat perempuan itu sedang menjalankan tugas pada 2009.

Persidangan kasus dugaan pelecehan yang menjerat Russell Brand akan kembali digelar 29 Oktober 2026.