Upaya pencarian korban hilang juga terkendala oleh kekhawatiran akan terjadinya banjir susulan di wilayah-wilayah terdampak, dan hujan yang terus mengguyur.

Banjir es dan lumpur telah membentuk danau-danau lumpur besar, dan salah satu formasi itu menjadi ancaman langsung bagi para petugas darurat yang sedang menyisir area tersebut untuk mencari korban selamat.

Otoritas Nepal menyerukan seluruh tim penyelamat untuk "segera pindah ke lokasi yang aman", sembari menyatakan mereka telah menerima informasi mengenai "jebolnya salah satu bendungan di sisi wilayah Tibet".

Di Tibet, otoritas China yang memimpin upaya pencarian dan penyelamatan sempat menghentikan operasi di area Gyirong, yang terdampak paling parah, akibat risiko banjir susulan. Namun tak lama kemudian, otoritas Beijing menyatakan risiko itu telah mereda.

Pada Sabtu (29/8) pagi, kantor berita Xinhua melaporkan bahwa dua warga desa di area tersebut berhasil diselamatkan. Sebelumnya, otoritas setempat menyatakan telah mengevakuasi 555 turis yang terjebak dan 499 warga China dari Tibet.