Sementara itu ada 8 pasien lainnya yang menjalani rawat jalan di tiga puskesmas berbeda. Rinciannya, Puskesmas Rembon 2 orang, Puskesmas Batusura 2 pasien dan Puskesmas Makale 4 orang.
Diketahui, ratusan korban mulai mengeluh mengalami gangguan pencernaan hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) secara bertahap pada Kamis (3/9). Siswa dan guru yang diduga mengalami keracunan berasal dari SMPN 1 Makale dan SMPN 2 Makale.
Rudhy yang juga Ketua Satgas MBG Tator ini menegaskan, dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru masih diselidiki. Dia enggan berspekulasi soal MBG diduga menjadi pemicu.
"Kita juga tidak bisa menduga bahwa ini keracunan, mungkin saja ini adalah terkontaminasi oleh bakteri ataukah virus yang menyebabkan diare, mual dan muntah," ungkap Rudhy.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tana Toraja telah mengambil sampel MBG yang sempat disajikan kepada korban. Sampel itu dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar untuk diperiksa.