"Program Lancang Kuning menjadi instrumen penting dalam memantau titik panas (hotspot) dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, Green Policing merupakan upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pencegahan karhutla, penghijauan, penanaman pohon, serta pelibatan masyarakat. Program-program tersebut harus terus dikembangkan agar manfaatnya dirasakan secara nyata," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga menekankan bahwa Polri akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, sejalan dengan visi 'Polisi Bersama Masyarakat'. Ia juga menyampaikan pihaknya terbuka menerima segala aspirasi dan keluhan masyarakat.
"Oleh karena itu, saya mendorong seluruh jajaran untuk mengutamakan pelayanan, pencegahan, dan pengayoman, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional dan humanis," imbuhnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas, Polda Riau juga memantau persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM), aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi lainnya.
"Kami terbuka untuk berkoordinasi dengan DPRD dan pemerintah daerah dalam mencari solusi yang tepat, sesuai ketentuan hukum, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat," tuturnya.