NADIKABAR.COM — Nathaniel Hutagaol, kuasa hukum ANW, perempuan yang mengaku menjadi korban dugaan kekerasan seksual, buka suara terkait kasus yang menyeret Betrand Peto. Nathaniel menunjukkan sejumlah bukti fisik hasil visum yang disebut dialami kliennya.
"Bukan hanya dilecehkan tapi ada kekerasan dan pemaksaan. Ini salah satu visum untuk hidungnya yang katanya dibenturkan," kata Nathaniel di kantornya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026) malam.
Nathaniel juga menunjukkan bagian tubuh lain yang disebut mengalami luka.
"Baru kemudian, di leher. Kemudian tangannya biru, ada memar. Ini bekas luka seperti cakaran," ujarnya.
Dia mengatakan bukti-bukti tersebut telah diserahkan kepada polisi. ANW juga dijadwalkan, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada Senin (14/9) sekitar pukul 11.00 WIB.
Nathaniel meminta polisi mengusut laporan tersebut secara tegas tanpa pandang bulu. Dia berharap proses hukum berjalan cepat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Saya minta kepada Polda Metro untuk bijak, untuk betul-betul tegas menindak pelaku-pelaku kekerasan seksual. Kenapa? Hari ini kalau dia mungkin kalau tidak bersuara, akan ada korban-korban berikutnya," katanya.
Menurut Nathaniel, ANW dan temannya awalnya tidak mengenal Betrand Peto maupun orang-orang di dalam ruangan. Mereka disebut diajak seorang waitress untuk bergabung ke sebuah room.
"Karena diajak di sana, mereka gabung, minum, dan terjadilah dugaan tindak pidana pelecehan itu," ujarnya.
Bicara soal kejadian, ANW menyebut datang hanya berdua bersama temannya D. Dia mengatakan, sempat menyapa orang-orang di dalam room sebelum kemudian berjoget dan duduk bersama.
"Nggak ngobrol. Kayak cuma say hello aja karena kan kita diundang di room itu ya. Gimana kita menghargai si yang punya room aja sih, kayak say hello, terus kita joget bareng, udah," kata ANW.
Terkait dugaan kekerasan seksual, Nathaniel memilih tidak membeberkan detail demi menjaga kondisi psikologis kliennya.
"Dia ditarik ke toilet, dipaksa untuk berhubungan badan, dan dilakukan kekerasan. Makanya sudah dilakukan visum, besok mungkin pihak Polda akan mengambil visum tersebut. Kalau dibilang lebih detail, sangat tidak etis, apalagi itu sama saja saya menyerang mental korban... mental klien saya. Intinya ada pelecehan, seperti itu," beber Nathaniel.
ANW juga mengaku tidak dalam kondisi mabuk saat kejadian di luar toilet itu. "Aku nggak mabok. Aku nggak tahu dia. Karena kita datang, mereka udah ada (miras)," katanya.