"Petugas di sana, waitress di sana yang memisahkan. Sehingga mungkin klien kami ini dibawa keluar, sehingga perselisihan tadi pun selesai," kata Monteri.

"Cuma tidak ada tindak lanjut ataupun permintaan maaf, ataupun bentuk dari permintaan maaf dari saudara BP, sehingga klien kami memutuskan untuk membuat laporan polisi. Langsung setelah kejadian tersebut klien kita memutuskan untuk buat laporan polisi di Polda Metro Jaya," tegasnya.

Nathaniel mengatakan kejadian berlangsung singkat. Menurutnya, D sempat pergi ke toilet dan ANW kemudian ditarik oleh Betrand Peto.

Dalam private room tersebut terdapat hampir 10 orang, termasuk waitress. Dari kelompok Betrand Peto disebut terdapat enam orang, terdiri atas empat laki-laki dan dua perempuan.

Nathaniel mengatakan ANW dan D datang ke kelab tersebut untuk menikmati minuman dan musik. Menurutnya, keduanya tidak rutin mengunjungi tempat tersebut, meski sudah beberapa kali datang bersama teman-temannya.

ANW mengaku sebelumnya pernah berkenalan atau bergabung dengan orang yang tidak dikenal di tempat tersebut dan tidak pernah mengalami masalah.

"Mereka hanya penikmat di situ, datang menikmati minuman dan musik. Sebelumnya pernah (gabung dengan orang lain di kelab itu), tapi aman-aman saja. Karena biasanya ya udah have fun kita kenalan sama teman baru," kata ANW.

Selain Betrand Peto, seorang pria berinisial WHA yang disebut sebagai temannya juga dilaporkan ke polisi. Namun, laporan terhadap WHA berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap ANW.

"Dan satu lagi kami melaporkan temannya BP yang berinisial WHA dengan pasal penganiayaan," kata Nathaniel.