NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T) per 2 Oktober 2026.

SPPG tersebut akan diaktifkan di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di wilayah timur Indonesia, yang menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN Sudaryono di Jakarta, Kamis, mengatakan aktivasi dilakukan dengan memprioritaskan SPPG yang telah memenuhi sejumlah persyaratan dan kesiapan untuk beroperasi.

"Pada Jumat, 2 Oktober ini, kami akan mengaktivasi SPPG yang siap beroperasi di wilayah 3T, wilayah yang stuntingnya tinggi, dan wilayah yang stuntingnya tinggi sekali. Kita mulai dari wilayah timur Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Mas Dar itu.