Sebanyak 480 SPPG yang akan diaktifkan itu terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Aktivasi mencakup 16 provinsi, yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Aktivasi akan dilakukan secara serentak di 16 provinsi. Mas Dar akan berada di Provinsi Maluku, sementara Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II akan ditugaskan di sejumlah provinsi lainnya guna memastikan proses aktivasi berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Setelah aktivasi, akan ada sejumlah tahapan sebelum SPPG mulai memberikan layanan kepada penerima manfaat. Tahapan tersebut antara lain pelatihan bagi penjamah makanan serta penyiapan dan penetapan jumlah penerima manfaat secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing SPPG.
"Selanjutnya, setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan, termasuk pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih, termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya," ujarnya.